Ade Armando: Mengusik Gus Yaqut Berarti Cari Masalah dengan NU

RepublikRI – Opini : Pegiat media sosial yang belakangan menjadi pengamat politik nasional, Ade Armando kembali mengingatkan, siapapun yang berani menghujat Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, berarti dia telah menabuh genderang perang atas Nahdlatul Ulama (NU).

Diketahui, sejak beberapa hari terakhir, Gus Yaqut menjadi sorotan publik usai menyamakan suara masjid dengan gonggongan anjing. Menurut Ade, masalah tersebut sebaiknya tak perlu diperpanjang. Lebih lagi sampai menuding Gus Yaqut sebagai penista agama.

“Dia difitnah sebagai penoda agama, berusaha digulingkan dari posisinya sebagai menteri, bahkan juga berusaha dimasukkan ke penjara,” ujar Ade Armando, dikutip Hops.ID dari Youtube CokroTV, Jumat 4 Maret 2022.

Menurut Ade Armando, bagaimana pun juga, Gus Yaqut merupakan pemeluk agama Islam. Sehingga, sebagai sesama muslim, publik tak patut menghujatnya.

“Pertama Gus Yaqut mungkin dibenci karena dia dikenal sebagai pluralis. Cara pandang keagamaannya mirip dengan Gus Dur. Buat dia, agama seharusnya tidak mengkotak-kotakkan manusia,” tuturnya.

Lebih jauh, menurut Ade Armando, pemikiran Gus Yaqut yang pluralis tak disukai kaum Islam radikal. Itulah mengapa, ucapannya yang keliru kemudian diperpanjang dan terus saja dipermasalahkan.

“Sikap semacam itu jelas membuat marah banyak kubu islamik radikal. Jadi, untuk waktu yang lama sudah ada keinginan sang menteri yang diganti. Apa yang terjadi sekarang adalah momentum yang ditunggu,” ungkapnya.

Kondisi yang sama, tambah Ade Armando, sebenarnya sempat terjadi saat DKI Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kala itu, Ahok sebenarnya bekerja dengan baik, namun lantaran satu dan berbagai hal, dia akhirnya disingkirkan.

“Buat islamis radikal, dipimpin Ahok harus dilawan sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

You might also like

- Advertisement -