Jantung Herry Wirawan akan Ditembak Tengah Malam dari Jarak 5-10 meter, Tangan-Kaki Diikat

RepublikRI – Hukum : 5ek5ual pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan, telah resmi dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat.

Ketua Majelis Hakim PT Bandung, Herri Swantoro, mengabulkan hukuman tersebut setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Bandung pada 15 Februari 2022 yang menghukum Herry Wirawan pidana penjara seumur hidup.

Sebelumnya, saat putusan penjara seumur hidup itu keluar, banyak kalangan yang kecewa sebab mereka mengharapkan hukuman yang lebih berat terhadap Herry Wirawan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) lantas mengharapkan kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan banyak hal dalam melakukan banding tersebut.

“Menerima permintaan banding dari jaksa/penuntut umum. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati,” ucap hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang diketuai oleh Herri Swantoro berdasarkan dokumen putusan yang diterima, Senin, 4 April 2022.

Terkait vonis hukuman mati yang diterima oleh Herry Wirawan memang masih menimbulkan pro dan kontra.

Seperti pertentangan yang belum lama ini dilontarkan oleh Komnas HAM. Menurut Ahmad Taufan Damanik selaku ketua, hukuman mati yang dijatuhkan kepada Herry Wirawan itu dinilai sudah tidak relevan. Meskipun memang dia terbukti bersalah.

Hal itu terbukti dari berbagai negara yang perlahan telah menghilangkan hukuman mati. Sebab, hak hidup merupakan hak yang melekat pada setiap orang dan tidak dapat dikurangi sedikit pun.

You might also like

- Advertisement -