Masalah Ekonomi Baru Intai Rusia Usai Dihukum Akibat Invasi Ukraina

RepublikRI – Internasional : Masalah Ekonomi Baru Intai Rusia Usai Dihukum Akibat Invasi Ukraina

Rusia resmi melancarkan invasi terhadap negara tetangganya Ukraina, tepatnya di wilayah timur negara itu yakni Donbas pada Kamis (24/2) lalu. Invasi tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin menjelaskan setidaknya terdapat dua alasan yang membuat dirinya mengambil keputusan non-populis tersebut. Pertama, ia mengaku masyarakat di wilayah Donbas meminta bantuan kepada Rusia.

Kedua, melindungi masyarakat Donbas yang menurutnya menjadi target ‘pelecehan hingga genosida’ dari pemerintah Ukraina. Konflik tersebut semakin memanas setelah Putin mengakui kedaulatan dua wilayah Ukraina yakni Donetsk dan Luhansk.

Tak tinggal diam, negara negara pro demokrasi mulai dari Amerika Serikat hingga perkumpulan negara di benua biru yakni Uni Eropa mengecam aksi tersebut. Amerika Serikat lantas langsung memberikan sanksi perdana dengan melarang Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk melakukan perjalan ke AS.

Sanksi ekonomi juga diterapkan dengan melarang perusahaan minyak bumi Rusia yakni Gazprom untuk mendapatkan pendanaan dari negara Barat. Kemudian, AS juga membatasi ekspor teknologi aeronautika ke Rusia.

Negara di Eropa seperti Jerman hingga Inggris juga melakukan hal serupa. Kanselir Jerman Olaf Scholz menghentikan sertifikasi gas Nord Stream yang menghubungkan antara Lubmin di Jerman dengan St. Pittsburg di Rusia.

Sementara itu, Inggris membekukan aset 5 perbankan kenamaan asal Rusia di Inggris. Setelah itu, Kementerian Keuangan Inggris menyatakan akan mengeluarkan sanksi keuangan Putin dan Lavrov dan melarang pesawat jet keduanya mendarat di Inggris.

Uni Eropa, persatuan negara di Eropa, juga tak ketinggalan menjatuhkan sanksi khusus terhadap Rusia. Chief European Commission Uni Eropa Ursula Von Der Leyen bahkan mengatakan sanksi tersebut belum pernah dikeluarkan sejak organisasi tersebut didirikan.

You might also like

- Advertisement -