Masih Dua Tahun, Rizal Ramli: Kenapa Jokowi Sudah Jadi “Lame Duck”?

RepublikRI – Opini : Pengaruh seorang Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dinilai sudah terasa melemah. Padahal, jabatan Jokowi masih terbilang lama lantaran baru lengser pada tahun 2024 mendatang.

Di negara-negara demokratis, fenomena melemahnya seorang kepala negara jelang berakhirnya masa jabatan memang sudah menjadi hal biasa.

“Di negera-negara demokratis, seorang presiden baru menjadi ‘Lame Duck’ (bebek lumpuh) 6 bulan sebelum masa jabatannya berakhir,” kata begawan ekonomi, Rizal Ramli dikutip dari akun Twitternya, Rabu (4/5).

Namun menurut Rizal Ramli, fenomena tersebut di Indonesia terjadi terlalu dini di era pemerintahan Jokowi.

“Lame Duck: omonganya sudah tidak dianggap/ tidak berwibawa, perintahnya tidak dilaksanakan. Kenapa masih 2 tahun, Jokowi sudah jadi lame duck??” ujar RR, sapaan Rizal Ramli.

Sejumlah kebijakan Presiden Jokowi belakangan menuai kritik dari publik lantaran dianggap tidak berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu yang menyedot perhatian publik adalah soal polemik minyak goreng.

Presiden Jokowi bahkan dianggap sudah kalah dengan mafia minyak goreng. Di saat kelangkaan minyak goreng hingga membuat harga melambung, Presiden Jokowi justru mengeluarkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) Migor sebesar Rp 300 ribu, bukan malah menindak para mafia Migor.

You might also like

- Advertisement -