Perintah Menag Yaqut Sikat HTI dan FP1 Ternyata demi Kepentingan Politik?

RepublikRI – opini : Pernyataan Menteri Agama atau Menag Yaqut Chalil Qoumas, tentang jejak-jejak simpatisan Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang masih terendus menuai komentar dari berbagai pihak.

Salah satunya kali ini datang dari Analis Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno yang mengatakan kalau pernyataan Menag Yaqut tersebut punya maksud tertentu.

Kata Adi, perintah Menag Yaqut untuk membasmi aktivitas-aktivitas tersembunyi dari dua organisasi yang ideologinya dianggap mampu mengancam NKRI dan Pancasila itu tidak lain untuk mengeratkan kekuatan di kalangan NU.

Menurut dia, hal itu jelas terbaca dari perintah Yaqut yang secara terbuka ditujukan kepada GP Ansor dan Banser. Mereka dipercaya untuk membantu pemerintah dalam membasmi para aktivis dari dua kelompok terlarang tersebut.

“Bahwa Menag Yaqut lebih ingin mengkonsolidasi kekuatan teman GP Ansor dan Banser. Bahwa di luar mereka ada kelompok lain yang sedang mengkonsolidasi kekuatan politiknya,” kata Adi Prayitno dalam diskusi Safari#24 Total Politik bertema ‘Bernahkah FPI dan HTI Masih Bergerak di Bawah Tanah?’ di Perpustakaan Freedom Institute, Wisma Bakri, Jakarta Selatan, dikutip pada Kamis, 7 April 2022.

Sejalan dengan pernyataan Menag Yaqut, Adi juga menilai bahwa secara kultural kedua organisasi terlarang ini masih terus bergerak meski struktur kelompoknya sudah dibubarkan.

“FPI dan HTI sekalipun sudah dibubarkan secara organisasi, tapi secara kultural mereka tetap berjejaring, yang mencoba untuk mendakwahkan satu narasi politik besar di luar demokrasi, di luar Pancasila,” katanya.

Kendati mendukung pernyataan Yaqut, tapi Adi juga memintanya untuk lebih memperjelas lagi pernyataan terkait dua kelompok itu.

You might also like

- Advertisement -