Usul Tunda Pemilu, Cendikiawan Musllim Nilai Cak Imin Lecehkan Kecerdasan Publik

RepublikRI – Opini : Sikap politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, yang secara tiba-tiba ikut menyuarakan penundaan Pemilu Serentak 2024 telah mempertontonkan kapasitasnya yang minim ke hadapan publik.

Begitu pendapat Cendekiawan Muslim, Fachry Ali, menanggapi pernyataan Ketua PKB yang kerap disapa Cak Imin tersebut karena masih menggaungkan isu penundaan pemilu pasca penolakan besar-besaran oleh masyarakat dan juga mahasiswa beberapa waktu lalu.

“Tiba-tiba tampil untuk menyampaikan pemilu diundur saja. Itu benar-benar sebuah anti intelektual, lalu pelecehan kecerdasan publik, dan itu dipertontonkan ya,” ujar Fachry dalam diskusi virtual Paramadina Public Policy Institute pada Selasa (19/4).

Menurut Fachry, PKB kemungkinan besar akan mendapat tulah akibat sikap ketumnya tersebut, mengingat basis suara mereka adalah dari kalangan Islam Nahdlatul Ulama (NU), atau dikenal sebagai kaum nahdliyin.

“Untuk partai dengan basis pendukungnya Islam dari salah satu sub aliran, itu menjadi sangat problematik,” imbuhnya.

Terlebih lagi, lanjut Fachry, sejauh ini belum ada gagasan intelektual yang terkait dengan arah pembangunan bangsa bisa dilakukan dengan cara menunda pemilu.

“Reproduksi ide tidak ada dari ketua umumnya. Ketua umumnya mau ngomong apa tentang bangsa, negara, tentang apa implikasi perkembangan pada tata kekuatan baru pada tingkat global yang kemudian menempatkan posisi Indonesia dalam suatu tempat yang baru. Dan saya belum mendengar tesis intelektual tentang itu,” demikian Fachry.

Sumber: RMOL

You might also like

- Advertisement -